Fundamental: Dolar Stabil, Pound Kehilangan Momentum
Dari sisi fundamental, dolar AS bergerak stabil seiring pasar menunggu petunjuk lanjutan mengenai arah kebijakan The Fed. Ekspektasi bahwa suku bunga AS masih akan bertahan relatif tinggi menjaga dolar tetap kompetitif.
Di sisi Inggris, sentimen terhadap pound sedikit melunak. Meski Bank of England (BoE) masih berhati-hati terhadap tekanan inflasi jasa, pelaku pasar mulai memperhitungkan risiko perlambatan ekonomi domestik, yang membatasi ruang penguatan agresif GBP.
Keseimbangan ini membuat GBP/USD cenderung bergerak teknikal, dengan fokus utama pada reaksi harga di area kunci.
Teknikal: Konsolidasi di Bawah 1.35
Secara teknikal, GBP/USD masih bergerak dalam pola penyeimbangan.
Resistance terdekat: 1.3500 – 1.3530
Support utama: 1.3440 – 1.3400
Struktur harga: Sideways dengan kecenderungan netral
Momentum: RSI mendatar di area netral, menunjukkan pasar menunggu pemicu arah
Penutupan yang meyakinkan di atas 1.35 akan membuka ruang bullish lanjutan, sementara penembusan di bawah 1.3440 berisiko memicu tekanan jual baru.
Skenario Perdagangan (Risk : Reward ± 1 : 2)
Skenario BUY – breakout lanjutan
Entry: 1.3490 – 1.3510
Stop Loss: 1.3440
Take Profit: 1.3610
Rasional: Buy jika harga mampu bertahan dan menutup di atas 1.35 dengan konfirmasi momentum.
Skenario SELL – gagal menembus resistance
Entry: Penutupan H1 di bawah 1.3440
Stop Loss: 1.3500
Take Profit: 1.3320
Rasional: Breakdown support mengonfirmasi tekanan jual kembali dominan.
Kesimpulan
Pada 24 Februari 2026, GBP/USD berada dalam fase konsolidasi kritis di sekitar 1.3484. Selama harga mampu bertahan di atas 1.3440, peluang BUY breakout tetap menarik dengan rasio risiko terukur. Namun, kegagalan mempertahankan support tersebut akan menggeser bias kembali ke arah bearish.
Trader disarankan menunggu konfirmasi jelas sebelum membuka posisi agresif, mengingat pasar sedang berada di titik keseimbangan yang sensitif.