Dolar Stabil, Pound Butuh Katalis
Dari sisi fundamental, dolar AS bergerak stabil seiring pasar menanti data ekonomi utama Amerika Serikat, termasuk indikator inflasi dan tenaga kerja yang berpotensi memengaruhi arah kebijakan The Fed. Ekspektasi bahwa bank sentral AS akan tetap berhati-hati dalam pelonggaran suku bunga menjaga dolar tetap relatif kuat.
Sementara itu, pound sterling cenderung netral. Ekspektasi terhadap Bank of England (BoE) masih berhati-hati, namun tanpa katalis baru yang signifikan, GBP bergerak lebih dipengaruhi oleh dinamika dolar dan sentimen global.
Teknikal: Konsolidasi di Atas Support
Secara teknikal, GBP/USD berada dalam fase penyeimbangan setelah tren yang lebih dinamis di bulan sebelumnya.
Resistance terdekat: 1.3470 – 1.3500
Support utama: 1.3380 – 1.3350
Struktur harga: Konsolidasi horizontal di timeframe H1–H4
Momentum: RSI netral, menandakan pasar belum memilih arah dominan
Selama harga bertahan di atas 1.3380, peluang rebound teknikal tetap terbuka. Namun, penembusan ke bawah zona tersebut berisiko membuka ruang pelemahan lanjutan.
Skenario Perdagangan (Risk : Reward ± 1 : 2)
Skenario BUY – rebound dari support
Entry: 1.3390 – 1.3425
Stop Loss: 1.3350
Take Profit: 1.3510
Rasional: Buy spekulatif di atas support dengan asumsi konsolidasi berlanjut menjadi pemulihan.
Skenario SELL – breakdown support
Entry: Penutupan H1 di bawah 1.3350
Stop Loss: 1.3425
Take Profit: 1.3230
Rasional: Breakdown support mengonfirmasi tekanan jual kembali dominan.
Kesimpulan
Pada 3 Maret 2026, GBP/USD diperdagangkan di sekitar 1.3421, mencerminkan fase konsolidasi kritis di atas support utama. Selama harga bertahan di atas 1.3380, peluang BUY teknikal dengan rasio risiko terukur masih menarik. Namun, penembusan ke bawah area tersebut akan menggeser bias kembali ke arah bearish dengan potensi penurunan menuju 1.32xx