Fundamental: Dolar Perkasa, Pound Kehilangan Pegangan
Dari sisi fundamental, dolar AS masih menjadi penerima manfaat utama. Ekspektasi bahwa The Fed akan mempertahankan kebijakan moneter ketat lebih lama, di tengah data ekonomi AS yang relatif solid, terus menopang permintaan terhadap dolar. Aliran modal global cenderung mengarah ke aset berdenominasi USD, menekan mata uang mayor lainnya.
Sementara itu, pound sterling berada dalam posisi defensif. Meski Bank of England (BoE) belum memberikan sinyal pelonggaran agresif, pasar menilai ruang dukungan jangka pendek bagi GBP terbatas, terutama tanpa katalis domestik yang kuat.
Teknikal: Breakdown Mengubah Peta Arah
Secara teknikal, GBP/USD telah mengonfirmasi pelemahan yang lebih dalam.
Resistance terdekat: 1.3420 – 1.3450
Support utama berikutnya: 1.3350 – 1.3300
Struktur harga: Breakdown support mengonfirmasi tren bearish jangka pendek
Momentum: RSI berada di area bearish, menunjukkan tekanan jual masih dominan
Penurunan di bawah 1.34 mengindikasikan bahwa seller kini memegang kendali, sementara peluang rebound cenderung bersifat terbatas dan korektif.
Skenario Perdagangan (Risk : Reward ± 1 : 2)
Skenario SELL – mengikuti momentum bearish
Entry: 1.3380 – 1.3410
Stop Loss: 1.3460
Take Profit: 1.3260
Rasional: Sell on pullback setelah breakdown support, sejalan dengan momentum turun.
Skenario BUY – pantulan teknikal spekulatif
Entry: 1.3300 – 1.3350
Stop Loss: 1.3260
Take Profit: 1.3450
Rasional: Buy spekulatif di area support berikutnya dengan asumsi tekanan jual mulai mereda.
Kesimpulan
Pada 16 Januari 2026, GBP/USD diperdagangkan di sekitar 1.3376, mencerminkan dominasi seller setelah penembusan support penting. Selama harga bertahan di bawah 1.3420–1.3450, bias bearish tetap lebih dominan dengan potensi penurunan lanjutan menuju area 1.33. Peluang BUY saat ini lebih bersifat korektif dan berisiko lebih tinggi.
Trader disarankan fokus pada manajemen risiko yang disiplin dan menunggu konfirmasi yang jelas, mengingat volatilitas pasar sedang meningkat.