Fundamental: Divergensi Kebijakan Masih Mendukung GBP
Dari sisi fundamental, pound sterling tetap mendapat dukungan dari ekspektasi bahwa Bank of England (BoE) belum memiliki urgensi untuk melonggarkan kebijakan secara agresif. Inflasi jasa Inggris yang masih relatif tinggi menjaga proyeksi suku bunga tetap restriktif dalam jangka menengah.
Sebaliknya, dolar AS bergerak lebih defensif. Pelaku pasar mulai memperhitungkan kemungkinan moderasi kebijakan The Fed di semester pertama 2026, terutama jika data ekonomi menunjukkan perlambatan bertahap. Kombinasi ini memperkuat diferensial kebijakan yang menguntungkan GBP.
Teknikal: Struktur Bullish Tetap Solid
Secara teknikal, GBP/USD mempertahankan pola Higher High – Higher Low pada timeframe H4 dan Daily.
Level Kunci:
Resistance terdekat: 1.3680 – 1.3720
Support kuat: 1.3550 – 1.3580
Momentum: RSI berada di zona bullish sehat, belum memasuki overbought ekstrem
Trend: Harga konsisten di atas MA utama, menandakan tren naik stabil
Selama harga bertahan di atas 1.3550, bias bullish tetap dominan.
Skenario Perdagangan (Risk : Reward ± 1 : 2)
Skenario BUY – Mengikuti Tren Dominan
Entry: 1.3580 – 1.3625
Stop Loss: 1.3525
Take Profit: 1.3745
Rasional: Buy on pullback di atas support breakout dengan struktur bullish terjaga.
Skenario SELL – Koreksi Teknis
Entry: Penutupan H1 di bawah 1.3550
Stop Loss: 1.3620
Take Profit: 1.3420
Rasional: Breakdown support memicu koreksi lebih dalam setelah reli panjang.
Kesimpulan
Pada 12 Februari 2026, GBP/USD berada dalam fase bullish continuation di sekitar 1.3625. Selama harga bertahan di atas 1.3550, peluang BUY on pullback tetap lebih menarik dengan rasio risiko terukur. Namun, trader perlu mewaspadai potensi koreksi jangka pendek jika pasar gagal mempertahankan support kunci.
Momentum saat ini berpihak pada buyer — tetapi disiplin manajemen risiko tetap menjadi kunci utama di tengah reli yang mulai memanas.