Fundamental: Pound Masih Di Atas Angin
Dari sisi fundamental, penguatan pound sterling masih ditopang ekspektasi kebijakan moneter Bank of England (BoE) yang cenderung bertahan ketat lebih lama. Inflasi jasa Inggris yang belum sepenuhnya turun membuat ruang pelonggaran kebijakan tetap terbatas, menjaga daya tarik GBP di mata investor.
Sebaliknya, dolar AS masih berada dalam tekanan struktural. Pasar semakin yakin bahwa The Fed mendekati fase transisi kebijakan, dengan fokus bergeser ke stabilisasi pertumbuhan ekonomi. Penurunan daya tarik yield AS membuat dolar kesulitan untuk mengimbangi kekuatan mata uang utama lainnya.
Teknikal: Konsolidasi Bullish di Area Tinggi
Secara teknikal, GBP/USD masih berada dalam bullish structure yang solid.
Resistance terdekat: 1.3680 – 1.3720
Support kunci: 1.3580 – 1.3550
Struktur harga: Higher High – Higher Low tetap terjaga pada H4 & Daily
Momentum: RSI bullish moderat, belum menunjukkan overbought ekstrem
Harga yang bertahan di atas area 1.36 mengindikasikan buyer masih menguasai pasar, sementara setiap penurunan cenderung dipandang sebagai peluang beli.
Skenario Perdagangan (Risk : Reward ± 1 : 2)
Skenario BUY – mengikuti tren dominan
Entry: 1.3600 – 1.3650
Stop Loss: 1.3550
Take Profit: 1.3750
Rasional: Buy on pullback di atas support baru dengan tren bullish masih kuat.
Skenario SELL – koreksi teknikal
Entry: Gagal bertahan dan penutupan H1 di bawah 1.3550
Stop Loss: 1.3625
Take Profit: 1.3430
Rasional: Aksi ambil untung setelah reli panjang dan potensi koreksi jangka pendek.
Kesimpulan
Pada 5 Februari 2026, GBP/USD berada dalam fase bullish consolidation di sekitar 1.3647. Selama harga mampu bertahan di atas 1.3550, skenario BUY on pullback tetap menjadi pendekatan utama dengan rasio risiko yang sehat. Namun, trader disarankan tetap waspada terhadap potensi koreksi teknikal jangka pendek seiring pasar bergerak di area harga tinggi.
Manajemen risiko yang disiplin tetap menjadi kunci, terutama di tengah tren kuat yang mulai matang