Fundamental: Keseimbangan Sentimen Mulai Terlihat
Dari sisi fundamental, pound sterling masih ditopang ekspektasi bahwa Bank of England (BoE) akan mempertahankan kebijakan moneter relatif ketat, terutama jika tekanan inflasi jasa Inggris belum sepenuhnya mereda. Sikap ini menjaga diferensial suku bunga tetap kompetitif terhadap dolar.
Namun di sisi lain, dolar AS mulai menunjukkan stabilisasi. Pasar kembali mencermati arah kebijakan The Fed, khususnya terkait data inflasi terbaru dan sinyal perlambatan ekonomi. Jika ekspektasi pelonggaran Fed tertunda, dolar berpotensi mendapatkan dukungan kembali.
Kondisi ini menciptakan fase keseimbangan, membuat faktor teknikal menjadi penentu utama dalam jangka pendek.
Teknikal: Zona Breakout Sedang Diuji
Secara teknikal, GBP/USD berada dalam struktur bullish menengah, namun menghadapi resistance signifikan.
Resistance terdekat: 1.3580 – 1.3620
Support kunci: 1.3480 – 1.3450
Struktur harga: Higher High – Higher Low masih terjaga (H4)
Momentum: RSI berada di zona bullish moderat, belum overbought ekstrem
Selama harga mampu bertahan di atas 1.3480, bias bullish masih valid. Namun kegagalan menembus 1.3580–1.3620 dapat memicu koreksi teknikal.
Skenario Perdagangan (Risk : Reward ± 1 : 2)
Skenario BUY – Lanjutan Breakout
Entry: 1.3530 – 1.3560
Stop Loss: 1.3480
Take Profit: 1.3680
Rasional: Buy on pullback di atas support baru dengan potensi breakout resistance.
Skenario SELL – Gagal Tembus Resistance
Entry: Penutupan H1 di bawah 1.3480
Stop Loss: 1.3545
Take Profit: 1.3360
Rasional: False breakout memicu koreksi menuju support berikutnya.
Kesimpulan
Pada 18 Februari 2026, GBP/USD berada di titik penentuan di sekitar 1.3553. Selama harga bertahan di atas 1.3480, peluang BUY on pullback masih lebih menarik dengan rasio risiko yang sehat. Namun, kegagalan mempertahankan level tersebut akan menggeser bias ke arah koreksi lebih dalam.
Trader disarankan menunggu konfirmasi penembusan atau rejection yang jelas sebelum mengambil posisi agresif.