Pergerakan ini menegaskan bahwa tekanan terhadap dolar AS masih berlanjut, sementara minat beli pada pound tetap solid di tengah ekspektasi kebijakan moneter yang kontras antara Inggris dan Amerika Serikat.
Fundamental: Divergensi Kebijakan Makin Jelas
Dari sisi fundamental, pound sterling mendapatkan dukungan dari ekspektasi bahwa Bank of England (BoE) masih akan mempertahankan kebijakan moneter relatif ketat, terutama karena inflasi sektor jasa Inggris belum sepenuhnya kembali ke target.
Sebaliknya, dolar AS bergerak lebih defensif. Pasar mulai mengantisipasi langkah pelonggaran bertahap dari The Fed pada semester berikutnya, seiring melambatnya pertumbuhan dan tekanan inflasi yang mulai mereda. Divergensi kebijakan ini memperlebar ruang apresiasi GBP terhadap USD.
Teknikal: Struktur Bullish Tetap Solid
Secara teknikal, GBP/USD menunjukkan struktur yang sangat konstruktif.
Resistance terdekat: 1.3600 – 1.3650
Support kunci: 1.3500 – 1.3470
Struktur harga: Higher High – Higher Low pada H4 & Daily
Momentum: RSI berada di zona bullish moderat, belum menunjukkan overbought ekstrem
Selama harga bertahan di atas 1.3500, bias bullish tetap dominan. Pullback dangkal berpotensi menjadi peluang akumulasi bagi buyer.
Skenario Perdagangan (Risk : Reward ± 1 : 2)
Skenario BUY – mengikuti tren dominan
Entry: 1.3520 – 1.3565
Stop Loss: 1.3470
Take Profit: 1.3680
Rasional: Buy on pullback di atas support breakout dengan struktur bullish tetap terjaga.
Skenario SELL – koreksi teknikal
Entry: Penutupan H1 di bawah 1.3470
Stop Loss: 1.3545
Take Profit: 1.3330
Rasional: Breakdown support mengindikasikan aksi ambil untung dan potensi koreksi lebih dalam.
Kesimpulan
Pada 26 Februari 2026, GBP/USD diperdagangkan di sekitar 1.3566, mencerminkan fase bullish yang kembali menguat setelah konsolidasi. Selama harga mampu bertahan di atas 1.3500, peluang BUY on pullback tetap menjadi skenario utama dengan rasio risiko yang sehat. Namun, trader perlu mewaspadai potensi koreksi jangka pendek jika terjadi kegagalan mempertahankan area support tersebut.
Momentum masih berpihak pada pound, tetapi disiplin manajemen risiko tetap menjadi kunci di tengah volatilitas pasar global.