Fundamental: Pound Tetap Menarik, Dolar Kehilangan Daya Dorong
Dari sisi fundamental, sentimen terhadap pound sterling masih relatif positif. Bank of England (BoE) diperkirakan tetap mempertahankan sikap hati-hati dalam melonggarkan kebijakan moneter, seiring inflasi jasa Inggris yang belum sepenuhnya kembali ke target. Kondisi ini menjaga diferensial suku bunga tetap mendukung GBP.
Di sisi lain, dolar AS bergerak lebih defensif. Pasar menilai The Fed semakin dekat dengan fase stabilisasi kebijakan, setelah siklus pengetatan panjang sebelumnya. Penurunan tekanan inflasi AS dan moderasi yield obligasi membuat dolar kehilangan sebagian daya tariknya, memberi ruang bagi pasangan mayor seperti GBP/USD untuk bertahan di level tinggi.
Teknikal: Konsolidasi Bullish di Level Atas
Secara teknikal, GBP/USD masih berada dalam struktur bullish yang konstruktif.
Resistance terdekat: 1.3680 – 1.3720
Support kunci: 1.3580 – 1.3550
Struktur harga: Higher High – Higher Low tetap terjaga pada H4 & Daily
Momentum: RSI berada di zona bullish moderat, belum menunjukkan divergensi negatif signifikan
Konsolidasi di atas 1.36 mengindikasikan pasar sedang mengumpulkan tenaga, dengan peluang lanjutan kenaikan tetap terbuka selama support kunci bertahan.
Skenario Perdagangan (Risk : Reward ± 1 : 2)
Skenario BUY – mengikuti tren dominan
Entry: 1.3600 – 1.3640
Stop Loss: 1.3540
Take Profit: 1.3760
Rasional: Buy on pullback di atas support baru hasil breakout, sejalan dengan tren bullish menengah.
Skenario SELL – koreksi teknikal
Entry: Gagal bertahan dan penutupan H1 di bawah 1.3550
Stop Loss: 1.3625
Take Profit: 1.3430
Rasional: Aksi ambil untung setelah reli panjang dan potensi koreksi sehat.
Kesimpulan
Pada 11 Februari 2026, GBP/USD berada dalam fase bullish consolidation di sekitar 1.3638. Selama harga mampu bertahan di atas 1.3550, peluang BUY on pullback tetap menjadi skenario utama dengan rasio risiko yang wajar. Namun, mengingat posisi harga yang relatif tinggi, trader disarankan tetap waspada terhadap potensi koreksi teknikal jangka pendek.
Manajemen risiko yang disiplin tetap menjadi kunci, terutama di tengah pasar yang mulai menyeimbangkan ulang ekspektasi kebijakan moneter global.