Fundamental: Pasar Menimbang Ulang Arah Kebijakan
Dari sisi fundamental, pound sterling relatif stabil. Ekspektasi bahwa Bank of England (BoE) akan mempertahankan kebijakan suku bunga lebih lama akibat inflasi jasa yang masih lengket menjadi faktor penopang GBP.
Sementara itu, dolar AS bergerak selektif. Pelaku pasar terus menilai dinamika inflasi dan pertumbuhan AS dalam konteks kebijakan The Fed. Ketidakpastian mengenai waktu dan besaran pelonggaran kebijakan membuat USD bergerak dua arah, menciptakan volatilitas terukur pada GBP/USD.
Dengan absennya kejutan besar, pergerakan saat ini lebih ditentukan oleh teknikal dan positioning pasar.
Teknikal: Konsolidasi Menuju Fase Penentuan
Secara teknikal, GBP/USD berada dalam fase transisi:
Resistance terdekat: 1.3530 – 1.3560
Support utama: 1.3450 – 1.3420
Struktur harga: Sideways dengan bias bullish ringan
Momentum: RSI netral, memberi ruang breakout dua arah
Selama harga mampu bertahan di atas 1.3450, struktur jangka pendek masih mendukung skenario kenaikan bertahap. Namun, kegagalan menembus dan bertahan di atas 1.3530 berpotensi memicu aksi ambil untung.
Skenario Perdagangan (Risk : Reward ± 1 : 2)
Skenario BUY – Breakout Konfirmasi
Entry: 1.3480 – 1.3505
Stop Loss: 1.3440
Take Profit: 1.3620
Rasional: Buy on pullback di atas support minor dengan asumsi breakout 1.35 berlanjut.
Skenario SELL – False Breakout
Entry: Penutupan H1 di bawah 1.3450
Stop Loss: 1.3515
Take Profit: 1.3330
Rasional: Gagal mempertahankan support membuka ruang koreksi lebih dalam.
Kesimpulan
Pada 25 Februari 2026, GBP/USD berada di titik krusial sekitar 1.3501. Level ini menjadi penentu arah jangka pendek. Selama harga bertahan di atas 1.3450, peluang BUY on pullback lebih diunggulkan dengan rasio risiko yang terukur. Namun, penembusan ke bawah support tersebut akan menggeser bias ke arah bearish.
Trader disarankan menunggu konfirmasi breakout yang bersih dan tetap disiplin dalam manajemen risiko, mengingat fase konsolidasi seperti ini sering diikuti pergerakan tajam.