Analisis Fundamental: Tiga Narasi Besar yang Saling Bertarung
PERTEMPURAN KEBIJAKAN MONETER
1. Sisi Euro (EUR): Tekanan dari ZEW dan Spekulasi ECB Dovish
Dua faktor utama menekan Euro dalam dua hari terakhir :
Jerman, sebagai lokomotif ekonomi Eropa, masih gagal menunjukkan pemulihan yang meyakinkan. Sektor kimia, baja, dan mesin memang menunjukkan perbaikan ekspektasi, namun sektor perbankan, IT, dan asuransi justru memburuk—menciptakan pemulihan yang timpang dan rapuh .
Kedua, spekulasi kebijakan ECB yang lebih dovish. Data inflasi Zona Euro terbaru menunjukkan perlambatan ke 1,7%, meningkatkan ekspektasi bahwa Bank Sentral Eropa mungkin akan melonggarkan kebijakan lebih awal .
2. Sisi Dolar (USD): Dua Wajah The Fed
Dolar memasuki sesi ini dengan posisi ambigu :
Pertama, pernyataan pejabat The Fed yang cenderung hawkish. Gubernur The Fed Christopher Waller dan Presiden Fed Atlanta Raphael Bostic baru-baru ini menyuarakan pandangan bahwa bank sentral kemungkinan akan tetap bertahan untuk beberapa waktu sambil memantau inflasi yang mulai mereda
Kedua, ekspektasi pasar yang tetap dovish. Meskipun ada nada hawkish dari pejabat Fed, pasar futures masih memperhitungkan peluang 80% untuk pemotongan 25 basis poin pada Juni dan total 62 basis poin pelonggaran sepanjang 2026
3. Faktor Eksternal: Geopolitik dan Aliran Modal
Dolar juga mendapat dukungan dari sentimen risk-off terkait negosiasi AS-Iran di Geneva. Hasil putaran kedua yang masih ambigu—Iran mengklaim kemajuan namun AS belum puas dengan proposal penghentian pengayaan uranium—mendorong investor ke aset safe-haven . Ditambah lagi, latihan militer Iran yang menutup sebagian Selat Hormuz semakin meningkatkan ketegangan .
Di sisi positif untuk Euro, analis Danske Bank memperkirakan bahwa penyempitan selisih imbal hasil riil (real interest rate differential) antara AS dan Zona Euro akan mendorong EUR/USD naik ke 1.25 dalam 12 bulan ke depan . Pemulihan pasar aset Eropa dan berkurangnya kepercayaan pada institusi AS juga disebut sebagai faktor pendukung jangka panjang.
Analisis Teknikal: Konsolidasi Mendekati Ujung Patahan
Struktur Pasar: Pola Kompresi Maksimum
Pada kerangka waktu 4-jam (H4) , EUR/USD telah terperangkap dalam sideways trading yang mencekik selama lebih dari enam hari . Batas atas konsolidasi berada di 1.1870 (resistensi 17 Februari) dan batas bawah di 1.1805 (support 17 Februari).
Ini adalah kompresi volatilitas ekstrem yang biasanya mendahului breakout eksplosif. Semakin lama harga bertahan, semakin dahsyat ledakannya.
Level Teknis Krusial: Mati Hidup Pekan Ini
Level Zona Harga Fungsi Teknis Implikasi Breakout
RESISTENSI KUNCI 1.1870 - 1.1885
SUPPORT KUNCI 1.1815 - 1.1805
SUPPORT ABSOLUT 1.1785 - 1.1765
RESISTENSI LANJUTAN 1.1920 - 1.1950
Analisis gelombang dari InstaForex menunjukkan gambaran yang menarik :
EUR/USD kemungkinan telah menyelesaikan pembentukan global wave 4 dan kini berada di awal wave 5 yang bisa membawa harga menuju 1.25 dalam jangka menengah
Wave 5 diprediksi akan cukup panjang, dengan target Fibonacci di 1.2195 (161.8%) dan 1.2367 (200.0%)
Namun, dalam jangka pendek, pasar mungkin akan fokus membentuk struktur korektif a-b-c yang bisa membawa harga turun lebih dulu ke area 1.17 sebelum melanjutkan rally
Ini berarti: bullish jangka panjang, bearish jangka pendek—sebuah divergensi yang sering membingungkan trader ritel.
Kesimpulan & Strategi Trading: Tunggu Konfirmasi, Jangan Terjebak
PRINSIP UTAMA:
Pasar sedang dalam fase netral ekstrem dengan bias bearish jangka pendek. Entry sebelum breakout adalah judi, bukan trading. Disiplin adalah segalanya.
SKENARIO 1: SELL (Breakdown Bearish)
Trigger penutupan candle H1 DI BAWAH 1.1800
Entry 1.1785
Stop Loss 1.1825
Take Profit 1.1750
Risk/Reward 1:2
SKENARIO 2: BUY (Breakout Bullish)
Trigger penutupan candle H1 DI ATAS 1.1885
Entry 1.1900
Stop Loss 1.1860
Take Profit 1.1950
Risk/Reward 1:2
Peringatan Risiko & Penafian:
Analisis ini disusun pada 18 Februari 2026, pukul 14:00 WIB, berdasarkan data harga EUR/USD di level 1.18516