Pasar sedang mengirim pesan jelas: kebijakan tarif Donald Trump mungkin tidak sekuat yang ditakuti. Atau setidaknya, dampaknya terhadap Dolar tidak selalu positif.
Hari ini, Senin 23 Februari 2026, menjadi saksi pertempuran dua narasi besar: kekhawatiran tarif AS melawan prospek suku bunga The Fed. Dan untuk saat ini, Euro unggul sementara.
Analisis Fundamental: Ketika Tarif Justru Melemahkan Dolar
BOM WAKTU TARIF TRUMP: BOOMERANG UNTUK DOLAR
Akhir pekan lalu menjadi mimpi buruk bagi pasar yang salah membaca kebijakan Trump. Jumat malam, Mahkamah Agung AS memutuskan bahwa sebagian besar tarif global Trump tidak konstitusional .
Reaksi Trump? Cepat dan brutal. Ia langsung mengumumkan tarif baru 10% untuk semua negara. Lalu Sabtu, menaikkannya menjadi 15%. Dan analis memperingatkan: jangan kaget jika Senin ini naik lagi menjadi 20% .
Logika pasar biasanya: tarif = proteksionisme = Dolar kuat. Tapi kali ini berbeda. Para analis melihat bahwa sepanjang tahun lalu, kebijakan Trump justru melemahkan Dolar karena menciptakan ketidakpastian dan menghambat pertumbuhan .
RESPON ECB: TENANG DI TENGAH BADAI
Bank Sentral Eropa merespons gejolak ini dengan sikap yang mencengangkan: tenang. Presiden Christine Lagarde dan anggota Dewan Gubernur lainnya menyebut penguatan Euro sebagai hal yang "tidak dramatis" dan sudah diperhitungkan dalam proyeksi inflasi .
Mereka bahkan merasa nyaman dengan inflasi yang mungkin turun di bawah 2% dalam beberapa tahun ke depan, dan hanya akan mempertimbangkan perubahan kebijakan jika terjadi deviasi material dari prospek saat ini.
THE FED: ANTARA DATA DAN KETIDAKPASTIAN
Di sisi Atlantik, The Fed masih bergulat dengan ketidakpastian. Risalah pertemuan FOMC menunjukkan sedikit nafsu makan untuk memotong suku bunga, dengan beberapa pejabat bahkan terbuka pada kemungkinan kenaikan jika inflasi tetap tinggi.
Ini adalah dilema klasik The Fed: inflasi masih mengkhawatirkan, tapi pertumbuhan melambat. Dan dalam situasi seperti ini, Dolar kesulitan menemukan arah yang jelas.
Inflasi Jerman akan menjadi katalis kunci—setiap sinyal bahwa tekanan harga mereda bisa memperkuat spekulasi pemotongan suku bunga ECB, melemahkan Euro.
Analisis Teknikal: Rebound di Atas Support Kritis
Struktur Pasar: Bangkit dari Level Hidup-Mati
Pada kerangka waktu harian (D1) , EUR/USD menunjukkan aksi teknis yang menggembirakan bagi para bull:
- Mempertahankan support kritis di 1.1765—level terendah 6 Februari dan batas bawah konsolidasi
- Memantul kembali ke atas 1.1800, merebut level psikologis yang sempat hilang
- Menguji 1.18279, mendekati 20 EMA yang berada di 1.1832
Level Teknis Krusial: Hidup Mati Pekan Ini
RESISTENSI LANGSUNG 1.1840 - 1.1860
RESISTENSI UTAMA 1.1929 - 1.1950
SUPPORT LANGSUNG 1.1800 - 1.1790
SUPPORT ABSOLUT 1.1765 - 1.1745
Faktor X: Tiga Variabel Penentu Pekan Ini
1. Eskalasi Tarif Trump (Setiap Saat)
Trump bisa mengumumkan kenaikan tarif lebih lanjut kapan saja—mungkin hari ini juga .
2. Inflasi Jerman (Rabu)
Data inflasi negara dengan ekonomi terbesar Eropa akan menjadi pratinjau untuk data zona Euro.
3. PPI AS (Jumat)
Indikator inflasi produsen ini bisa memberikan petunjuk tentang arah kebijakan The Fed.
Kesimpulan & Strategi Trading: Buy on Dip dengan Target Jelas
PRINSIP UTAMA:
Kondisi saat ini adalah rebound di tengah konsolidasi besar.
Prinsip pertama: BELI PADA PENURUNAN ke support, JANGAN KEJAR HARGA DI PUNCAK REBOUND.
SKENARIO 1: BUY
Trigger Harga terkoreksi ke area 1.1790 - 1.1775 dan membentuk bullish reversal candle
Entry 1.1785
Stop Loss 1.1755
Take Profit 1.1860
Risk/Reward 1:2
SKENARIO : SELL
Trigger Penutupan candle H4 di bawah 1.1740 dengan volume tinggi
Entry 1.1730
Stop Loss 1.1770
Take Profit 1.1690
Risk/Reward 1:2
Peringatan Risiko & Penafian:
Analisis ini disusun pada 23 Februari 2026, pukul 09:00 WIB, berdasarkan data harga EUR/USD di level 1.18279